Jumat, 19 Juni 2009
Narkoba dalam Sejarah Dunia
Kamis, 18 Juni 2009
Sejarah Awal Narkoba
Kurang lebih th. 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga opion atau kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India,Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya.
Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional; bahkan di abad XIX terjadi perangcandu dimana akhirnya Cina ditaklukan Inggris dengan harus merelakan Hong Kong.
Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morphius).
Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di A.S. Morphin ini sangat populer dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang sebahagian tahanan-tahanan tersebut "ketagihan" disebut sebagai "penyakit tentara"
Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur) Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing yaitu: anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat "Bayer" memproduksi obat tersebut dengannama Heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). Tahun 60-an - 70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah "Golden Triangle" yaitu Myanmar, Thailand & Laos. Dengan produksi: 700 ribu ton setiap tahun. Juga pada daerah "Golden Crescent" yaitu Pakistan, Iran dan Afganistan dari Golden Crescent menuju Afrika danAmerika. Selain morphin & heroin adalagi jenis lain yaitu kokain (ery throxylor coca) berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolavia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC. Di akhir tahun 70-an ketika tingkat tekanan hidup manusia semakin meningkat serta tekhnologi mendukung maka diberilah campuran-campuran khusus agar candu tersebut dapat juga dalam bentuk obat-obatan.
http://infonarkoba.blogspot.com/
Narkoba di Tengah Artis Idola
| Aktor kawakan Roy Marten, yang pernah membintangi film ‘Roda-roda Gila’ ini memang tengah apes. Polisi memergokinya ketika pria kelahiran 1 Maret 1952 bernama asli Wicaksono Abdul Salam ini tengah nyabu (istilah beken jika tengah menikmati shabu-shabu). Selain tertangkap telah menikmati narkotika jenis psikotropika itu, polisi juga menemukan barang bukti berupa 2 gram shabu-shabu di lokasi kejadian. Roy Marten ditangkap Kamis (2/2) di daerah Ulujami, Jakarta Selatan. (http://waspada.co.id, 03/02/06) Kasus selebriti yang pake narkoba emang bukan yang pertama terjadi di negeri kita. Sebelum Roy Marten, sejumlah seleb pemakai narkoba yang ketangkep aparat terus kudu nginep di LP terekam rapi oleh media massa. Ada komedian Sudarmaji alias Doyok, Polo yang udah dua kali masuk bui, Ibrahim Azhari alias Ibra Azhari (adik kandung Ayu Azhari) atau Derri ‘4 sekawan’. Di kalangan seleb cewek ada Zarima sang ‘ratu’ ekstasi dan Ria Irawan yang terbukti menjadi pengedar sekaligus pemakai Dan masih banyak lagi. Di luar negeri, seleb yang doyan pake narkoba juga bejibun. Mulai dari para personel The Beatles atau Guns N Roses sampe yang tewas lantaran over dosis seperti dialami oleh Brian Jones dari Rolling Stone atau gitarist legendaris, Jimmy Hendrix dan pentolan Nirvana, Curt Cobain. Bahkan putri Ozzy Osborena mengatakan “Saya ingin semua orang tahu bahwa jika kalian pikir wanita-wanita pirang (selebritis) itu bukan pecandu narkoba, percayalah, mereka pecandu. Karena saya pernah memakai narkoba bersama mereka,” aku Kelly blak-blakan seperti detikhot lansir dari Contact Music, Kamis (11/8/2005). Tuh kan!
Kenapa seleb pake narkoba? Secara mental ternyata nggak sedikit selebriti yang belon siap dengan popularitasnya kemudian pake narkoba sebagai pelariannya. Terutama kesiapannya dalam menghadapi beban-beban psikologi yang menjadi konsekuensi profesinya. Di antaranya: Pertama, toleransi antar teman. Berdasarkan penuturan selebriti yang udah sembuh dari kecanduan narkoba kebanyakan mengaku dirinya dulu mengonsumsi barang haram itu lantaran bujukan teman. Banyak di antara mereka yang terang-terangan menolak menggunakan bubuk atau pil setan itu, karena sadar benar akan akibatnya. Tetapi mereka yang ‘hard to say no’ dengan bujukan teman, akhirnya terperangkap dalam fatamorgana (Suara Merdeka, 03/08/05). Kedua, untuk menggenjot kreativitas demi memenuhi permintaan fans. “...ketika baru memakai, kami merasa menjadi sangat hebat karena dalam sehari bisa menciptakan puluhan lagu. Kami merasa sangat luar biasa berkat narkoba. Tanpa kami sadari, hidup kami sedikit demi sedikit dihancurkan oleh barang haram itu,” ungkap Bimbim ‘Slank’. (idem) Ketiga, kurang pede menghadapi tuntutan fans. “Semula aku pakai biar lebih pede aja ketika nyanyi di atas panggung. Kebayang nggak sih, nyanyi di depan ribuan orang yang mengelu-elukan kita. Kadang tiba-tiba kita merasa menjadi sangat takut dan kecil. Ketika memakai narkoba, aku menjadi lebih santai dan nggak peduli dengan jumlah penonton yang membludak. Penampilanku menjadi lebih baik di atas panggung. Tapi hidupku hancur,” kenang Ari Lasso mantan vokalis Dewa 19. (idem) Sobat, secara umum sepertinya beban psikologi terberat yang dihadapi setiap selebriti adalah perasaan takut kehilangan ketenaran yang menjadi sumber penghasilannya. Sehingga mereka merasa harus selalu tampil sempurna di hadapan para pemujanya. Kondisi ini yang dikeluhkan Candil ‘Seurius’ dalam penggalan lirik ‘rocker juga manusia’: ‘...Mungkin orang menyangka ku tak pernah terluka/Tegar bagaikan karang, tabu cucurkan air mata/Kadang kurasa lelah harus tampil sempurna...’ Padahal, seleb juga manusia. Punya rasa punya hati alias punya keterbatasan. Nggak ada yang sempurna. Kalo nggak bisa terima keadaan ini, bisa berabe urusannya. Belum lagi ‘secuil’ iman yang masih nempel di hati juga jarang dirawat. Apalagi di-update. Walhasil, mudah termakan oleh mitos narkoba sebagai ramuan mujarab untuk meningkatkan percaya diri dan menghadirkan kemampuan yang tersembunyi. Kenyataannya, cuma fatamorgana. Ngerasa jadi hebat padahal mah lagi sekarat. Kacian deh situ!
Bagian dari gaya hidup seleb Sobat, sepertinya penderitaan menjadi budak narkoba yang dituturkan Bimbim dan Kaka Slank, atau Ari Lasso gak ngefek ama seleb yang laen. Ada aja yang nekat tetep make. Kita jadi mikir, mungkinkah narkoba sudah menjadi bagian dari gaya hidup dunia selebriti? Hmm... ada baiknya kita liat dulu. Yuk? Kalo kita amati, ternyata proses terjadinya penggunaan narkoba itu sederhana banget. Asalkan ada peluang alias kesempatan, ada yang nyediain, dan ada duit, narkoba dengan mudah merajalela. Parahnya, tiga faktor ini semuanya akrab dalam kehidupan seleb. Masa’ sih? Pertama, adanya peluang dan kesempatan. Sudah umum diketahui kalo kehidupan seleb deket dengan kegiatan pesta pora semisal clubbing atau dugem. Padahal tempat itu jadi lahan subur bagi para bandar buat mencari mangsa baru. Dengan penawaran masa promosi dan MLM alias Marketing Lewat Mulut, pengunjung yang penasaran bisa mencobanya secara gratis. Apalagi situasi pesta yang hingar-bingar bin hura-hura bikin orang gampang terlena untuk pake narkoba. Udah deh, kalo nggak kuat iman, bisa-bisa dapet door prize yang bertuliskan: “Selamat anda memenangkan paket “PUTAUW HOLIDAY”. Anda akan terbang dengan “INEX AIRLINES” menembus awan “SABU-SABU” menuju “LONG ISLAND” dan bermalam di “POLDA!” huehehe... Kedua, ada yang nyediain. Saat ini, jaringan pengedaran narkoba udah ada di mana-mana. Nggak harus ke dikotek atau club malam, kalo udah kejerat, info keberadaan ‘BD’ alias bandar gampang dicari. Bisa janjian di sekolah, stasiun, terminal bis, mal, pasar, atau tempat-tempat umum lainnya. Malah sang bandar bisa sampe ngejar-ngejar pemakai yang insyaf biar tetep jadi pelanggannya. Seperti penuturan bintang sinetron Novia Ardhana yang telah insyaf dan kini aktif di LSM Granat alias Gerakan Anti Madat. “...mereka pasti akan melakukan segala cara agar kita kembali dan menggunakan narkoba lagi. Saya sempat merasa ketakutan setiap kali teman-teman dulu yang sama-sama menggunakan narkoba mencari ke rumah. Tapi akhirnya mereka jera dan saya benar-benar terbebas dari narkoba,” ujar ibu satu anak itu. (Suara Merdeka, 03/08/05) Ketiga, ada duit. Banyaknya uang dan materi yang dimiliki selebriti dengan mudah memancingnya mencicipi gaya hidup hedonis. Kehidupan yang memuja kenikmatan jasadi ini sangat akrab dengan narkoba. Lantaran narkoba pada waktu pertama penggunaannya, akan membuat pemakainya sangat euphor, senang dan bahagia sekali. Meski kelanjutannya timbul ketagihan, kecanduan atau adiksi. Tapi apa peduli mereka ketika hawa nafsu dan duit udah bicara, mereka tetep ngotot mengejar kenikmatan sesaat sebelum akhirnya kualat dan sekarat. Waduh! Nah sobat, keliatan kan kalo gaya hidup seleb yang cenderung bebas dekat sekali dengan narkoba. Meski nggak semua seleb pake narkoba, namun kehidupan sekuler yang mereka geluti bisa menjadi bom waktu yang dengan mudah akan menghanyutkannya dalam dunia maksiat demi merengkuh kenikmatan sesaat yang bikin sekarat. Gaswat! Yang lebih gawat lagi, media sering kali nggak nyadar kalo keakraban seleb dan narkoba yang mendominasi pemberitaan media sama saja dengan mensosialisasikan citra narkoba dan gaya hidup modern. Padahal selebriti adalah orang yang paling banyak diidolakan. Bagi penggemarnya, idola nggak cukup sebatas sosok yang dikagumi aja. Biar lebih afdol dan trendi, perlu sampe nyontek dandanannya, cara berbicara, sampe gaya hidupnya. Begitukah? Kalo infomasi yang disajikan kepada pemirsa—terutama remaja—nggak seimbang dengan dampak buruk narkoba dan ketegasan hukuman dari pemerintah terhadap pemakai maupun pengedar narkoba, malah bisa bikin penasaran. Berabe banget kan?
Say no to Capitalism-Secularism Sobat muda muslim, bahaya narkoba emang udah jadi masalah kita bersama. Nggak cuma bagi kalangan selebritis. Kalo kita cuek, lambat laun kita juga yang bakal ngerasain akibatnya. Nggak cuma si bandar atau pemakainya aja. Kalo kita peduli, selain pahala dari Allah Swt., kita juga bakal dapet bekal tambahan buat mewaspadai dan menghindari jebakan-jebakan yang bisa menjerumuskan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Salah satu cara untuk membatasi penggunaan nakoba adalah memutus mata rantai peredarannya dengan menghancurkan pabriknya terus disegel alias ditutup. Kalo perlu, peralatannya dihancurin biar nggak dicontek atau dipake lagi ama orang laen. Dalam hal ini, negara paling bisa diandelin. Tapi dengan catatan, nggak boleh tanggung-tanggung ngeberantasnya. Jangan kayak yang udah-udah, yang digerebek cuma sampe para pelaku dan bandar kelas teri jengki. Sementara bandar-bandar kelas kakapnya yang dapet perlindungan oknum aparat enak aja lenggak-lenggok menjajakan barang dagangannya. Nah, biar negara bisa diandelin kita wajib nyadar kalo benih-benih kehancuran masyarakat kita masih mungkin terjadi selama aturan Islam dijauhkan dari kehidupan. Sengsaranya hidup di bawah naungan sekulerisme dengan mudah mendorong orang untuk pake narkoba sebagai pelarian. Keuntungan dari bisnis narkoba yang menggiurkan bikin air liur para peracik, bandar, pengedar, sampe kurir tak mau berhenti menetes. Meski udah sering keluar masuk bui. Euleuh-euleuh teu kapok-kapok nya? Ya, kalo mau pada kapok harusnya pemerintah jangan tetep ngotot pake aturan sekulerisme-kapitalisme dong. Buang jauh-jauh tuh aturan hidup buatan manusia yang belumuran hawa nafsu itu ke dalam recycle bin alias tempat sampah. Bakar, abunya dikumpulin, terus buang deh ke laut. Sebagai gantinya, pake aturan Islam yang udah pasti mujarab untuk ngatasin setiap persoalan hidup kita. Khusus untuk kasus narkoba, sistem sanksi dalam Islam mengelompokkannya dalam perbuatan-perbuatan yang membahayakan akal. Sebagai hukumannya, di antaranya, : “Setiap orang yang menjual, membeli, meracik, mengedarkan, atau menyimpan nakotika, maka ia akan dikenakan sanksi jilid (cambuk) dan dipenjara selama 5 tahun, ditambah dengan denda yang nilainya ringan” (Sistem Sanksi dalam Islam, Hlm 294) Penerapan syariat Islam oleh negara juga akan meminimalisasi dorongan orang untuk pake narkoba sebagai pelarian dari persoalan hidupnya yang tengah dihadapi. Lantaran individu masyarakat nggak sendiri ngadepin setiap masalah hidupnya, negara punya tanggung jawab besar untuk membantunya sampe masalahnya kelar. Itu sebabnya, masuk akal dong kalo kita sama-sama mengkampanyekan penerapan syariat Islam sebagai undang-undang negara. Biar masalah nakoba maupun masalah laen yang diakibatkan negara salah urus rakyatnya tak lagi membuat hidup kita sengsara. So, nggak cuma say no to drugs, tapi juga say no to capitalism-secularism. Oke? http://www.dudung.net/ |
Rabu, 17 Juni 2009
Macam- macam narkoba
Ectasy, Inex, Blackheart

Habis pakai: rasanya gembira terus, maunya tertawa, hal2 yg tidak lucu saja membuat tertawa, energetik.Energik, mata sayu, muka pucat, berkeringat banyak, tidak bisa diam/over acting,tidak bisa tidur
Sakauw : rasanya gelisah dan tidak bergairah dan tidak energetik sehingga ingin mengkonsumsi lagi.
Akibat : Kalau dipakai terus menerus juga merusak organ2 tubuh dan juga merusak otak dan syaraf.Syaraf otak rusak, dehidrasi, liver rusak & berfungsi tdiak baik, tulang gigi keropos, jet lag, syaraf mata rusak, paras selalu ketakutan.
Heroin & Opium
Shabu-shabu
Sakauw Shabu-shabu : Gelisah, tidak bisa berpikir, tidak bisa bekerja.Tidak bisa tenang, cepat capai, mudah marah, tidak bisa beraktivitas dengan baik, tidak ada semangat, Depresi berat, Rasa lelah berlebihan, Gangguan tidur, Mimpi bertambah
Habis pakai shabu-shabu: Mata bendul ada garis hitam, Badan terasa panas terbakar, sehingga minum terus menerus, dan ke-mana2 selalu membawa botol aqua. Kuat tidak makan dan tidak tidur sampai ber-hari2, ngomong terus tapi suaranya jelas.Bersemangat, gariah seks meningkat, paranoid, tidak bisa diam/tenang, selalu ingin menambah terus, tidak bisa makan, tidak bisa tidur
Akibat : Merusak organ2 tubuh terutama otak, dan syaraf yang mengatur pernafasan. Banyak yang mati karena sesak nafas, dan tiba2 berhenti bernafas karena syaraf yang mengendalikan pernafasan sudah rusak dan tidak ada lagi instruksi untuk bernafas, sehingga nafasnya putus/berhenti, dan mati.Paranoid, otak suah dipakai berpikir dan konsentrasi, jet lag dan tidak mau makan.Rasa gembira / euforia, Rasa harga diri meningkat, Banyak bicara, Kewaspadaan meningkat, denyut jantung cepat, Pupil mata melebar, Tekanan darah meningkat, berkeringat/rasa dingin, Mual/muntah, (Dalam waktu 1 jam setelah pemakai gelisah),Delirium/kesadaran berubah (pemakai baru, lama, dosis tinggi), Perasaan dikejar-kejar, Perasaan dibicarakan orang, Agresif dan sifat bermusuhan, Rasa gelisah, Tak bisa diam, (Dalam waktu 24 jam).Gangguan irama detak jantung, Perdarahan otak, Hiperpireksia atau syok pada pembuluh darah jantung yang berakibat meninggal
Putauw
Putauw : Banana, snow white, bubuk putih ini adalah jenis heroin yg paling rendah, mudah didapat dan banyak dipakai remaja. Harganya relatif murah Paket Hemat : Rp. 25.000,-Karena banyak remaja yang terperangkap sebagai pecandu hanya karena diajak teman2nya untuk menghisap dengan hidung rame2. Padahal sesudah memakai cara dihisap terus menerus, Hidung berdarah, Hidung ingusan terus menerus, Pilek terus menerus, sehingga akhirnya remaja/pemakai berganti dengan cara suntik. Cara ini sangat berbahaya, karena bisa terjadi keracunan waktu darah dikeluarkan dan dikocok2 dijarum suntik dicampur putauw, bisa emboli, kemasukan udara dan menyumbat jantung dan jantung tersumbat dan berhenti berdetak, sehingga banyak sekali pecandu suntik putauw ditemukan mati dengan suntikan masih menempel ditangannya. Putauw ini juga jahat sekali karena kebutuhan tubuh 2 kali kelipatan, misalnya mula2 pakai 1 titik, lama2 2 titik, 4, 16, dst sampai mencapai jumlah yang sangat tinggi dan biasanya pecandu mati karena overdosis. Karena bentuknya bubuk putih, sehingga banyak sekali yang dipalsukan, kadang2 dicampur urea, bedak, tepung, obat yang ditumbuk dll. Sehingga banyak sekali penderita Putauw yang keracunan dan mati, badan menggelepar2, kejang2 dan mulut mengeluarkan busa busa.
Sakauw Putau : Gelisah, Keringat dingin, Menggigil, tulang2 rasanya mau patah, ngilu semua, mual-mual, mata berair, hidung berair, perut sakit, tulang-tulang serasa ngilu, keringat keluar tak wajar. Bila udara dingin sedikit dia akan merasa sangat kedinginan, Keluar air mata, pupil mata membesar , Keluar ingus, Kelebihan keringat, Diare, Merinding, menguap terus- menerus, Tekanan darah naik, Jantung deg-degan, Demam, panas dingin, Nggak bisa tidur (insomnia), Otot dan tulang nyeri, sakit kepala, Persendian ngilu, Gelisah, Marah-marah, dan gampang terpancing untuk berkelahi
Habis Pakai Putauw : Ngelamun, berkhayal,malas ngapa2in, halusinasi, merasa ada orang yg mau menyerangnya, membunuhnya dll. Mata sayu, muka pucat, tidak ada konsentrasi, hidung gatal, mual-mual(bagi pemula), mengantuk, bicara tidak jelas, pendiam, over dosis kalau pakai terlalu banyak.
Akibat : Organ2 tubuh rusak, terutama levernya mengeras, ginjal juga rusak, bisa se-waktu2 mati karena keracunan dan overdosis. Nafsu makan kurang, susah untuk berpikir, susah untuk konsentrasi, menjadi pemarah, hepatitis … penyuntikPupil mata mengecil atau melebar akibat kekurangan oksigen (anoksia), Gembira nggak ketulungan (euforia), sedih banget (disforia), Cuek (apatis), Badanlemas, malas bergerak, ngantuk, Ngomong cadel, Nggak konsentrasi, Nggak perhatian, Lemot (lemah otak) alias daya ingat lemah, Nggak bisa membedakan realitas dengan khayalan Impotensi pada cowok, Gangguan haid pada cewek, Gangguan perut, Nafsu makan berkurang (kurus), Hepatitis / radang hati,HIV/AIDS (pemakai suntikan dengan jarum tak steril)
Ganja/Cimeng
Akibat : Perasaan tidak tenang, tidak bergairah, cepat marah/sensitif.Jantung berdebar, Euforia (merasa sangat gembira tanpa sebab), Halusinasi dan delusi, Waktu terasa berjalan sangat lambat, Apatis, cuek terhadap diri dan lingungannya, nggak ada kemauan, Mata merah, Nafsu makan nambah, Mulut kering, Kelakuan jadi aneh, cemas, taku yang berlebihan, curiga berlebihan atau paranoid, kehilangan minat beraktivitas, malas belajar, malas bekerja, ditinggalkan kawan.Bronkitis/infeksi paru, Imunitas berkurang, Kemampuan membaca terganggu, Ketrampilan bicara terganggu, Motivasi berkurang, Rasa ingin bersaing berkurang.
Pil Koplo
Sakauw Pil2 Koplo : Gelisah, Emosional, Mata Merah, Uring2an, Keringat Dingin, badan sakit semua.
Habis Pakai Pil2 Koplo : Ngomong terus, tapi suara tidak jelas seperti orang mabuk, menjadi berani, cepat marah, beringas dan maunya ngajak ribut dan berantem saja.
Akibat : Organ2 tubuh rusak, terutama otak, dan syaraf. Ketergantungan terus menerus, halusinasi, gila, beringas, emosional, suka berantem dan bikin onar, bikin ribut, karena beringas bisa membunuh orang dengan kepala dingin tanpa sadar, sesudah sadar kita sudah dipenjara.
Jadi kecenderungannya adalah merusak, karena berani kepada orang tua, guru, aparat kepolisian, dan maunya mengajak ribut, bisa menyebabkan perkelahian antar pelajar, antar kelurahan, antar desa dst.
Waktu demo2 peristiwa Semanggi dan pada setiap demo2 mahasiswa, kenapa kita melihat mahasiswa kelakuannya seperti binatang, berani, beringas dan mengamuk membabi buta dan melawan polisi dan tentara seperti orang2 yang tidak terpelajar. Karena ada cerita mahasiswa2 ini selalu diberi pil2 koplo oleh penggeraknya dan pil2 untuk kuda dan mahasiswa2 ini tidak tahu karena disebutnya adalah vitamin2 supaya badannya fit.
Pil2 ini dijadikan alat oleh kekuatan asing yang mau menghancurkan Indonesia. Rakyat berani kepada aparat, sehingga tidak ada hukum, pelajar2 tawuran, perkelahian antar desa, desa2 dibakar, rakyat menjadi pengungsi semua hidup ditenda tenda, nantinya seperti negara2 Afrika, mula2 generasi mudanya dihancurkan dengan narkoba mereka2 dijadikan the killing machine, kemudian perkelahian antar suku, antar agama, dan pembantaian sesama rakyat yang dimulai oleh remaja. Sekarang banyak negara2 di Afrika yang hancur dan rakyatnya miskin dan hidup ditenda-tenda sebagai pengungsi, karena rumahnya dibakar pada perkelahian2 antar suku, ras & agama, terpaksa meninggalkan kampung halamannya.
take from :
http://infonarkoba.blogspot.com/


